|
Universal Musik
Indonesia
Album Jazz Pilihan di Akhir Tahun
Minggu, 7 November 2004, Pukul
16.55
WIB
UNIVERSAL Musik
Indonesia kembali merilis beberapa album jazz di akhir 2004 ini.
Semuanya menarik untuk disimak. Di antaranya adalah album milik Michel
Camilo, John Pizzarelli, Janis Siegel, dan kelompok jazz
kontemporer, Spyrogyra.
Yang
Terdalam dari Spyrogyra
Spyrogyra hadir dengan album
paling anyarnya, The Deep End, yang menyajikan 11 komposisi
jazz khas Spyrogyra. Temanya cukup beragam, penuh warna, dan yang
menarik album ini juga didukung oleh sang pendatang baru di
Spyrogyra, Ludwig Alfonso (drum).
Jay Beckenstein, seperti
dikutip Universal Musik Indonesia, mengungkapkan bahwa album ini
diharapkan bisa masuk ke dalam hati dan emosi dari penggemar mereka.
"Musik kami semoga bisa tetap abadi, karena ada di dalam hati
penggemar Spyrogyra".
Album The Deep End
didukung oleh Jay Beckenstein (saxophone), Tom Scuman
(keyboard), Julio Fernandez (gitar / vokal), Scott Ambush
(bass), Joel Rosenbalt (drum), dan Ludwig Alonso
(drum). Musisi pendukung lainnya adalah Dave Samuels (vibes),
Don Harris (trumpet), dan David Charles (perkusi).
Komposisi-komposisi yang
tersaji di album ini, di antaranya adalah In Your Arms, Beyond
The Rain, As You Wish, Wiggle Room, dan The Crossing.
Anda bisa menikmati kekuatan musik dari kelompok jazz kontemporer
sekaliber Spyrogyra di album ini. Perjalanan panjang mereka selama
lebih dari tiga dekade adalah jaminannya.
Sketsa
Broadway Janis Siegel
Nama Janis Siegel tentu sudah tak asing lagi di telinga pencinta
jazz Tanah Air. Co-founder dari kelompok vokal The
Manhattan Transfer ini, memiliki kekuatan vokal yang menonjol di
album terbarunya, Sketches of Broadway.
Kekuatan vokal Janis di
album ini terlihat pada komposisi-komposisi yang dinyanyikannya,
seperti Show Me, It's a Woman's Prerogative, The Story of Lucy
and Jessie, dan It Never Was You. Janis memang piawai
menerjemahkan konsep musik Broadway dengan gayanya yang khas.
Album Sketches of
Broadway, seperti dituturkan Janis, terinspirasi oleh sejumlah
musisi jazz legendaris, seperti Louis Armstrong, Sarah Vaughan,
Chet Baker, Ella Fritzgerald, Andre Previn, dan Shelly Manne.
Janis memang berusaha menterjemahkan musik-musik panggung teater
Broadway, dengan kekuatan vokalnya.
Sejumlah musisi jazz
terkenal turut mendukung album ini. Mereka adalah Gil Goldstein
(piano/akordion), John Pattituci (bas), Romeo Lumbanto
(gitar), dan Antonio Sanchez (drum).
Untuk album ini, lanjut
Janis, dia banyak melakukan riset tentang materi musik yang ada di
Broadway. "Saya ingin memilih komposisi yang berada di luar
konteks teatrikal Broadway. Dan, album Sketches of Broadway adalah
hasil kerja kerasnya. Anda layak menjadikan album ini sebagai
koleksi.
Bossa
Nova ala John Pizzarelli
Bossa Nova ketika dimainkan
oleh gitaris jazz handal John Pizzarelli, tentu cukup menarik
untuk dinikmati. Itulah yang terjadi di album paling anyar miliknya,
Bossa Nova, yang baru saja dirilis di Indonesia. Album
ini, seperti judulnya, sangat kaya dengan tema Brazil yang eksotis.
Bossa Nova menyajikan 13
komposisi yang sudah tak asing lagi untuk penggemar musik negeri
Samba itu. Sebut saja One Note Samba, Fascinatin' Rhythm,
Desafinado (Off Key), The Girl From Ipanema, So Danco Samba,
atau Aquas De Marco.
Ketika komposisi pertama
Anda simak, atmosfir bossas langsung terdengar. Tidak hanya
komposisi standar Brazil, karya Antonio Carlos Jobim, tapi komposisi
kontemporer pun dihadirkan di album ini, seperti interpretasi
komposisi karya James Taylor, Your Smiling Faces.
Oleh John Pizzarelli,
album yang diproduseri oleh Russ Titelman ini disebutkan
sebagai hasil perkawinan yang baik antara musik Amerika dan Brazil.
Nah, seperti apa hasil dari "perkawinan" tersebut?
Sebaiknya Anda temukan koleksi paling gres ini sekarang juga.
Michel
Camilo,
Live at the Blue Note
Michel Camilo hadir dengan Live at the Blue Note.
Album ini cukup bagus untuk dijadikan referensi, karena di samping
berisi dua CD, album ini menunjukan penampilan prima dari trio Michel
Camilo (piano), Charles Flores (bass), dan Horacio
"El Negro" Hernandez (drum).
Permainan Michel Camilo
Trio di album live ini sangat enerjik, dan kental dengan
unsur Latin yang eksotis. Kekhasan tune dari Michel, seperti
pada komposisi Why Not dan Cocowalk, bisa Anda
nikmati. Hampir seluruh komposisi yang dihadirkan di album ini
memiliki kekuatan improvisasi.
Ada 19 komposisi live
yang bisa Anda simak, seperti Cocowalk, Happy Birthday / Blue
Bossa, Mongo's Blues, Thinking of You, dan This Way Out.
Album ini direkam di bulan Maret 2003 lalu, dan menampilkan
komposisi-komposisi yang kental dengan unsur Latin Jazz.
Album ini telah dirilis
di Indonesia sejak pertengahan tahun 2004 lalu. Pianis yang pernah
mendukung Dizzy Gillespie ini, terlihat sangat mendahulukan
improvisasi saat rekaman. "Kami ingin mendapatkan energi yang
bebas saat tampil," ujarnya Michel. (yollismn)
|