|
Album
Jazz Pilihan dari Universal Music (1)
Minggu, 18 Januari 2004, Pukul
14.15
WIB,
Universal Music
Indonesia (UMI), pada 2003 lalu, merilis beberapa album jazz
yang cukup menarik. Di antaranya adalah album milik kelompok Yellow
Jacket, Spyro Gyra, The Manhattan Transfer, Jaco Pastorius,
Geoffrey Keezer, Gerald Easley, dan pianis asal Jepang, Hiromi.
Album-album UMI,
terutama yang dirilis oleh label Heads Up, juga dilengkapi
dengan format multimedia pendukung, yang bisa Anda buka dengan
menggunakan PC. Pada fitur tambahan tersebut, Anda dapat menyimak
video, profil artis/musisi, link ke official homepage,
dan informasi menarik lainnya.
Nah, bagaimana informasi
lengkapnya? Berikut ini kami sajikan beberapa album jazz pilihan
untuk Anda, yang kami rangkum dalam dua bagian. Semoga informasi
yang kami sajikan dapat menjadi referensi.
Manhattan Transfer:
Couldn't Be
Hotter
Debut
album pertama Manhattan Transfer bersama label Telarc ini
menyajikan harmonisasi vokal yang memikat. Kwartet yang tetap eksis
lebih dari 30 tahun ini menawarkan 16 komposisi, di antaranya Old
Man Mose, Sing Moten's Swing, Cluds, Don't Let Go, dan My Foolish
Heart.
Bagi Anda yang rindu
dengan kekhasan vokal dari kwartet peraih Grammy Awards pada 1981
ini, album Couldn't Be Hotter adalah pilihan yang tepat. Pada
komposisi Old Man Mose, misalnya, kekompakan dan karakter vokal
Manhattan Transfer terdengar asyik untuk dinikmati. Begitu juga
dengan komposisi Nothing Could Be Hotter Than That.
Album ini sangat pas
untuk Anda yang ingin menikmati kekompakan vokal dan improvisasi
yang menawan dari kelompok Manhattan Transfer. Semua komposisinya
digarap dengan serius. Maka, bagi penggemar kelompok vokal ini,
segera ke toko CD langganan Anda!
Jaco Pastorius
Big Band:
Word of Mouth Revisited
Jaco
Pastorius adalah legenda. Pencabik bas yang mempengaruhi gaya
permainan banyak musisi jazz ini, membawa pengaruh yang sangat besar
dalam evolusi musik jazz dunia. Itulah sebabnya, untuk menghormati
pencabik bas yang oleh Christian Mc Bride disebut "The
Charlie Parker of Electric Bas" ini, album Word of Mouth
Revisited dirilis.
Album ini layak Anda
koleksi, dan menjadi menarik karena didukung oleh sejumlah musisi
jazz papan atas: Victor Bailey, Richard Bona, Jeff Carswell, Jimmy
Haslip, Christian McBride, Marcus Miller, David Pastorius, Gerald
Veasley dan Victor Wooten.
Word of Mouth
Revisited menyajikan perjalanan karir musikal seorang Jaco
Pastorius, yang dimainkan kembali secara apik, mulai dari komposisi Punk
Jazz Revisited dan Killing Me Softly, hingga komposisinya yang lebih
progresif seperti Havona dan Teen Town. Komposisi menarik lainnya
yang bisa Anda simak adalah Wiggle Waggle.
Spyro Gyra:
Original
Cinema
Album
ini dirilis pada pertengahan 2003 lalu, dan merupakan salah satu
album Spyro Gyra yang cukup enerjik untuk dinikmati. Diawali dengan
komposisi rancak, Bump It Up, dan disusul oleh Extrovertical,
menjadikan album ini sebuah cerminan dari perjalanan panjang dari
kelompok yang berkibar sejak 1970-an ini.
Tiga belas komposisi
yang ditampilkan di album ini cukup bervariasi, mulai dari komposisi
Dream Sequences dan Party of Seven yang sensual dan eksotis, hingga
komposisi Film Noir yang misterius. Semua komposisi yang disodorkan
oleh Jay Beckenstein dkk. ini memiliki keistimewaan yang akan
memperkaya apresiasi pencinta Spyro Gyra.
Original Cinema
diproduseri oleh Jay Beckenstein, dan merupakan salah satu album
jazz terbaik 2003.
Yellow Jacket:
Time
Squared
Setelah
lima tahun absen di arena musik jazz dunia, kelompok Yellow
Jacket kembali menghadirkan album teranyar mereka, Time
Squared. Sama seperti album-album terdahulunya, album ini
memiliki energi dan spirit Yellow Jacket yang terasa kian matang
dalam konsep musiknya. Sebelas komposisi yang dihadirkan menunjukan
kematangan itu.
Komposisi Time
Squared, yang diunggulkan di album ini tampak dominan dengan
karakter musik Yellow Jacket. Pada komposisi ini, Russell Ferante
dkk. ingin mengajak pencinta musik mereka untuk melakukan perjalanan
waktu ke tahun 1971. Sebuah romantisme yang coba ditawarkan dengan
aksentuasi yang progresif.
Komposisi menarik
lainnya adalah Monk's Habit, yang terinspirasi oleh sang legenda,
Thelonious Monk. Pada komposisi ini Yellow Jacket berhasil
menghadirkan reinterpretasi musik Monk, dengan gayanya yang khas.
Album ini harus Anda miliki! (ymn) [Bersambung]
Official Homepage:
www.Yellowjackets.com
|