Kota yang pernah menjadi gudangnya musisi jazz
kini kian menebarkan Aroma jazz dimana-mana. Usaha untuk
mengembalikan citra Surabaya sebagai barometer musik jazz mulai
nampak. Tengoklah program musik jazz yang digelar pada hari Sabtu
(18/9), yaitu malam final “Surabaya Jazz In The City Festival
(SJTCF)” yang dilangsungkan di Vista Sidewalk Café, Garden Hotel
Surabaya.
Festival yang diselenggarakan oleh C-Two Six
(komunitas jazz Surabaya) dan didukung oleh Dji Sam Soe Premium Jazz
mendapatkan tanggapan positif dari komunitas jazz di Surabaya.
Meskipun baru pertama kali dialksanakan, ajang
kompetisi musik jazz ini diikuti 10 peserta dari Surabaya dan dari
beberapa kota lainnya. “ Ini adalah langkah awal untuk
menyelenggarakan festival yang lebih besar”, kata cak Rudi dari
C-Two Six. Selain itu, festival ini dilaksanakan untuk merangsang
munculnya musisi-musisi jazz muda, dan mengembalikan Surabaya
sebagai gudangnya musisi jazz .
SJTCF didukung oleh sejumlah dewan juri yang
terdiri dari Bubi Chen, Elanda Yunita (musisi jazz Jakarta) dan
Dadang (dari komunitas jazz C Two Six) memilih 5 grup jazz yang
lolos ke babak grand final yaitu Barakuda, Jazz Friend, B1 plus,
Ovel Jazz Quartet dan New Orange.
“Sangat sulit untuk memilih, dan mereka semua
tampil luar biasa, mulai dari aliran fussion, funk, bebob
sudah dimainkan semua. Saya bangga melihat anak muda yang mulai
tertarik dengan jazz, “ ujar Elanda Yunita salah satu juri pendukung
acara tersebut.
Sesuai kesepakatan Dewan Juri , juara pertama
diraih oleh kelompok Jazz Friend, sedangkan juara kedua dimenangkan
oleh Barakuda. Pemenang ketiga adalah Ovel Jazz Quartet, disusul B1
plus, dan New Orange sebagai pemenang kelima.
Rencananya, SJTCF akan menjadi agenda rutin
setiap tahunnya. Setelah penentuan pemenang, acara dilanjutkan
dengan tampilnya bintang tamu Elanda Yunita (keyboard) dan Sue
Bonnington (vokal), yang main bareng dengan Base Twenty. Mereka
memainkan beberapa komposisi jazz berbagai genre, mulai dari
samba, fusion, hingga funk.
Tak mau kalah dengan Elanda Yunita dan Sue
Bonnington, meskipun hanya memainkan satu lagu, sang maestro, Bubi
Chen tampil luar biasa dengan ciri khasnya memainkan solo piano
dengan cepat. “Ajang seperti ini harus rutin diadakan, dari sinilah
kita mendapat jazzer-jazzer baru Surabaya” kata om Bubi.
Jazz lovers yang hadir pada malam itu sangat terpuaskan oleh
penampilan kedua bintang tamu.
(Kontributor/Foto : Donny L, Surabaya)