|
Clorophyl, Antara Obsesi dan Harapan
Minggu, 14 Mei 2006, Pukul 12.40
WIB
Kelompok
Clorophyl, yang belum lama ini merilis album ketiganya,
14 Februari (Repackaged), seolah menunjukan bahwa eksistensi
mereka di jagat musik Indonesia masih tetap ada, menyusul dua album
terdahulunya: Universal (2000) dan Balik
(2004). Kembalinya Clorophyl sekaligus menepis kabar miring tentang
"tenggelamnya" kelompok yang bernaung di bawah bendera C-pro
Record ini.
Di album 14 Februari
(Repackaged) ini, konsep musik yang ditawarkan Clorophyl cukup
beragam. Untuk tema jazz, misalnya, Clorophyl menyodorkan komposisi
Rehearsal (Not Seriously). Sedangkan distorsi rock
kelihatan mendominasi interlude dari komposisi Sendiri Mencari.
Clorophyl memang tak
pernah mendeklarasikan bahwa mereka adalah kelompok musik jazz.
"Media yang telah mengkotakan kita kedalam genre musik jazz,"
ujar Bagus "Jambronk" (piano, music director) kepada
Horizon-line.Com, sekaligus menepis anggapan sementara orang
tentang konsep musik Clorophyl.
Lalu, siapa yang menjadi
inspirasi Clorophyl? "Terus terang, sejak album pertama, yang
mempersatukan kita adalah Jamiroquai. Itulah sebabnya, di
album pertama kita, ungkapan terima kasih juga kami tujukan secara
khusus kepada Jamiroquai," ungkap Bagus tentang musisi yang menjadi
kiblat kelompoknya.
Jamiroquai bukanlah
satu-satunya kelompok musik yang mempengaruhi Clorophyl. Setiap
personil Clorophyl memiliki musisi favoritnya sendiri-sendiri.
Bagus, misalnya, sangat dipengaruhi oleh Chick Corea Electric Band,
Coltrane, dan Charlie Parker. Sedangkan David (gitaris),
dipengaruhi oleh Pat Metheny. Atau Zarro (vokalis), yang suka
dengan musik-musik Brazil.
Clorophyl memiliki
obsesi yang sederhana: memainkan musiknya Clorophyl. "Pada dasarnya,
setiap album yang kita buat adalah pembelajaran buat semua personil
Clorophyl, dan syukur-syukur masyarakat bisa menerima apa yang telah
kita kerjakan," papar Bagus tentang obsesi Clorophyl.
Saat ini, kelompok yang
pernah mendukung album Tribute to Koes Plus
(Compilation) ini, didukung oleh Bagus Jambronk (piano,
keyboard, music director), Zarro (vokal), Maradian
(keayboard), Kiko (bas), Timur (drum), dan David
(gitar).
Rencana jangka panjang
Clorophyl, seperti diakui Bagus, adalah agar musik mereka bisa lebih
disukai oleh masyarakat di Indonesia, dan bisa berkarya lebih baik
lagi di masa mendatang. Selamat datang kembali, Clorophyl!
(yollis/ridho/Foto C-Pro)
Kontak Management
Clorophyl : 08170-70-5099
|