.

Our Network 

Horizon-line.Com
JazzLovers.Net
AlbumBaru.Com
.

Banner Ad 

.
You@JazzLovers.Net

 

.
Horizon-line.Com
.
  Kliping Eddy Koko
Eddy Koko adalah salah satu wartawan musik, yang banyak mengulas seputar jazz dalam tulisan-tulisannya yang tersebar di beberapa media. Berikut adalah tulisannya.
.

HomeKliping Eddy Koko > Artikel

.

Kembali ke Akar Jazz

Salah satu akar jazz adalah blues. Jenis musik itulah yang ditampilkan pekan lalu di Jamz Pub, Jakarta, dalam acara Jamz Matra Jazz. Tampil grup blues asal Bandung, Time Bomb Blues, Oding Nasution & Friends dan Big City Blues. Banyak penonton datang menyaksikan acara yang digelar sebulan sekali ini.

Penuhnya ruangan Jamz malam itu bisa dipahami. Itulah kesempatan bagi pencinta blues untuk menikmati musik kesayangannya. Maklum, kesempatan yang khusus seperti itu agak langka. Tampak hadir di tengah penonton sejumlah musisi senior. seperti Jimmy Manopo.

Pertunjukan itu dibuka oleh grup anak muda, Time Bomb Blues lewat lagu Story of The Blues milik Garry More. Penonton yang sudah datang memadati ruangan langsung menyambut hidangan dari grup yang tengah berjuang merekam sendiri lagu-lagu mereka karena tidak ada perusahaan rekaman yang mau menerbitkan albumnya. Selain membawakan lagu milik Garry More, Time Bomb Blues juga mengetengahkan lagu Rolling Stones, Eric Clapton, dan Albert King.

Sebagai sebuah grup yang didukung anak-anak muda, yaitu Budy Lumy dan Opic (vokal), Budi Arab, Danny (gitar), Jimmy (bas), Sandy (dram), Krisna (kibord) dan Azis (saksofon), Time Bomb Blues ini layak diperhitungkan di kancah musik blues Indonesia. Kekompakannya dalam memainkan musik dengan personel cukup banyak serta komitmennya dalam memainkan musik blues layak mendapat pujian.

Setia
Harus diakui, tidak banyak orang menyukai blues, dan berarti juga sulit mencari penghidupan dari musik blues (dibanding pop atau rock). Akan tetapi, personel Time Bomb Blues tetap setia pada Blues. Kemampuannya menguasai panggung cukup terlihat, mengesankan grup ini sering tampil di panggung.

"Itu semua merupakan alasan, mengapa mereka kita tampilkan dalam Jam Matra Jazz ini. Sulit mencari grup anak muda seperti ini," kata Benny Likumahua yang bertindak sebagai konsultan Airo Swadaya Stupa (promotor pertunjukan).

Usai menyaksikan Time Bomb Blues, penonton disuguhi musik blues dari Oding Nasution & Friends. Lewat penampilan Oding dan rekannya ini, penonton harus mengakui, bagaimanapun jam terbang atau kesenioran seorang musisi sejati bisa sangat dirasakan perbedaannya.

Selain nama dan kemampuan Oding (gitar) tidak lagi diragukan, juga ada nama Abadi Soesman dalam grupnya. Tanpa Oding saja, Abadi yang selama ini juga malang melintang di dunia blues sudah cukup disegani. Maka bisa dibayangkan 'rasa' blues sajian mereka.

Oding Nasution & Friends juga didukung Saleh Sadon (vokalis) yang punya teknik dan power cukup bagus dalam membawakan blues. Dengan postur tubuh kecil dan pendek serta kepala plontos, gaya Saleh lewat lagu Playing With My Friend (BB King), South Bond (Allman Brothers) dan State Boro Blues (Tasmahal The Big Blues) mampu mengundang tawa dan tepuk tangan penonton. Dan, permainan Abadi Soesman lewat piano elektriknya juga menambah bobot dan greget penampilan grup ini serta mampu mengundang decak kagum dari penonton.

Sengaja pergelaran Jamz Matra Jazz kali ini tidak banyak menampilkan grup musik, karena selain tidak banyak grup musik yang mengkhususkan diri pada blues juga waktu yang tersedia cukup singkat. Maka, setelah jedah beberapa menit, dimanfaatkan Afie Oetomo (MC) membagi-bagikan hadiah lewat kuis seputar blues.

Puncaknya, penampilan Big City Blues. Seperti grupnya Oding, kelompok Big City Blues ini juga tergolong sarat pemusik kenamaan. Ada Mathes (bas), Donny Suhendra (gitar) Edi Sachroni (dram), Najib (kibord), Kresna (harmonika) dan vokalis Iskandar dan Sue. Bahkan pemain biola Henry Lamiri sempat hadir sebagai bintang tamu dan menunjukkan, ia tidak hanya bisa memainkan pop tetapi juga blues.

Tanpa mengecilkan grup lainnya, penampilan Big City Blues sungguh layak dicatat sebagai bintang malam itu. Ini tidak bisa dipungkiri karena dalam grup ini berkumpul sejumlah musisi berbakat. Selain Donny Suhendra dan Edi, permainan harmonika yang begitu ngeblues dan mampu naik turun dari Kresna sungguh layak dipuji. Begitu juga Mathes yang bermain begitu solid dengan sound dan swing lewat sejumlah lagu blues, seperti Mercedez Benz (Janis Joplin) atau Mustang Sally (Otis Reading).

Kesasar
Peristiwa lucu terjadi, mungkin tidak banyak penonton menyadari, saat Embong Rahardjo dan Benny Likumahua tampil bersama Big City Blues memainkan Billy Bounce karya Charlie Parker dalam bentuk musik jazz. Maksud Benny ingin menunjukkan kepada penonton, blues yang disajikan malam itu setelah dikembangkan kemudian hari menjadi bentuk jazz. Maka, nomor itulah yang dipilih.

Akan tetapi entah karena yang ada dalam benak para personel Big City Blues (notabene sebagian adalah orang jazz) malam itu sedang terfokus memainkan blues, maka ketika tiba-tiba memainkan jazz menjadi "tidak nyambung". Cukup lama semua musisi harus berputar-putar mencari jalan dipandu Benny yang terpaksa harus bertindak sebagai dirigen, sementara Embong terus meniup saksofonnya. Lebih menggelikan lagi, Mathes yang seharusnya sudah pada jalur yang benar, karena melihat personel lainnya 'kesasar' ikut belok arah sehingga jadi kacau balau.

Untunglah Benny mengambil inisiatif bersolo, menyanyi lewat trombonenya, sehingga semuanya kemudian tertuntun. Hal ini mengingatkan pada dewa gitar Joe Pass yang sempat diingatkan dan dipandu Duke Ellington karena kesasar saat mereka memainkan lagu The Hawk Talks milik Louis Bellson bersama Louis Bellson dan Ray Brown dalam album Duke's Big 4. Itulah musik.

Menurut Harry Suliztiarto, pimpinan Airo yang menggelar Jamz Matra Jazz, pihaknya berani menyelenggarakan acara ini karena perhitungan di atas kertas bisa untung, meskipun sampai pergelaran keempat ini tanda-tanda keuntungan itu belum ada.

"Kami tetap akan coba dengan program satu tahun, setiap satu bulan sekali tampil. Dalam waktu dekat juga kami membuat program seperti ini untuk musik dangdut, rock dan pop serta lainnya. Intinya tetap bisnis," ujar Harry yang selalu hadir pada setiap acara Jamz Matra Jazz. -- Eddy Koko

Dimuat di Harian Suara Pembaruan 16 April 2001


Dapatkan koleksi-koleksi jazz pilihan di Amazon Jazz Store
dengan harga spesial, khusus untuk Anda!


.
.

Copyright © 1997 - 2001 Horizon-line.Com  All Rights Reserved | Contact Us

Situs Komunitas  Jazz Indonesia

  My Horizon
  Newsletter
  Polling Jazz
  Free E-mail
  Zodiak Anda

  Jazz Board

  Jazz e-Card
.
  Direktori Jazz
  Majalah Jazz
  Jazz Styles
  Festival Jazz
  Workshop Jazz
  Label Rekaman
  Radio Jazz
  Foto-foto Jazz
  Klub Jazz
  Musisi Jazz
  Sejarah Jazz
.
  Intermezo
  Toko Musik
  Studio Musik
  Sekolah Musik
  Bursa Musik
  Agenda Budaya
.
  Advertorial


Send a Music Greeting Card!
Kirim Kartu Musik