|
.

.
| Jazz@Astaga! |
Rubrik ini
tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik
Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di
rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
. |
|
Home
> Jazz@Astaga! > Artikel |
|
. |
Tribal
Tech, Dinamit yang Siap Meledak!
Jakarta - 12
Dec 00 13:40:22 WIB
Tongkrongan
rocker tapi main jazz? Banyak. Sebut saja Billy Sheehan, personel
Mr. Big yang jadi basis jempolannya Niacin. Gordon Matthew Sumner
alias Sting dulu juga main jazz. Bekas-bekasnya masih tampak. Yang
menonjol adalah Scott Henderson - mantan gitaris nomor wahid versi
majalah Guitar World.
Scott muda
gandrung dan terasuki musik-musik Yes, Gentle Giant, Soft Machine
dan tentu saja sang kaisar gitar Jimi Hendrix. Tapi ia juga menoleh
musik-musik lain. Teman-temannya waktu itu pahlawan-pahlawan jazz
macam Chick Corea, Joe Zawinul dan Jean Luc Ponti. Pergaulan inilah
yang membuatnya diterima di komunitas Weather Report dan grup
Syndicate pimpinan Joe Zawinul.
Bersama Gary
Willis, Scott memproklamirkan grup baru Tribal Tech tahun
1984. Album pertama duo ini Spears disambut baik kalangan
musik. Majalah jazz Downbeat memberi 4,5 bintang dalam kolom resensi
mereka. Energi dahsyat mereka berlanjut di album kedua Dr. Hee, yang
langsung ditanggapi dengan kagum dan respek tinggi tidak saja di
kalangan pengamat musik jazz tapi juga para dedengkot rock macam
Aerosmith.
Jadilah mereka
dinamit yang siap meledak! Karena musik mereka mengandung muatan
energi yang tinggi. Mereka malah dijuluki reinkarnasi kejayaan tokoh
fusion tahun 70-an macam Mahavishnu Orchestra dan Weather Report.
Karya-karya emas
kemudian mengalir macam Nomad (1990) dan Tribal Tech
(1991). Di titik ini Scott Henderson dinobatkan menjadi Gitaris
Terbaik di dunia versi majalah Guitar World dan Guitar Player.
Henderson mengalahkan nama-nama besar macam 'dewa gitar' Pat
Metheny, Allan Holdsworth, Joe Satriani dan Jeff Beck!
Sahabatnya Gary
Willis juga dianggap sebagai salah satu "basis paling vital era
90". Sementara versi Guitar Player Willis terpilih di tiga
besar kategori Jazz Bass selama 2 tahun terakhir.
Duo dahsyat ini
kemudian kedatangan Kirk Covington, drummer berbakat, serta pribadi
kaya improvisasi di kibor yakni Scott Kinsey. Maka lahirlah
karya-karya dahsyat yang bagi kalangan musik Amerika pun mereka
diterima dengan gentar dan kagum.
Illicit
kemudian lahir di tangan keempat musisi jazz berbakat ini (1992).
Berturut-turut kemudian Face First (1993), Reality Check
(1995), dan Thick (1999). Di berbagai media kehadiran mereka
ditulis besar-besar, Sang Dewa Penolong Fusion. Mereka menghadirkan
sentuhan jazz baru: orkestrasi musik lewat teknologi modern. Sebuah
grup jazz dengan energi band rock! Sang Dewa beberapa tahu lalu
pernah manggung di Jakarta.
November 2000
mereka merilis album baru Rocket Science. Sebuah album yang
mungkin masih menyimpan energi rock dahsyat lewat 10 tembang,
diantaranya: Saturn 5, Astro Chimp, Song Holy Hall, Rocket
Science, Moonshine dan The Econoline. (mhidayat)
|