|
.

.
| Jazz@Astaga! |
Rubrik ini
tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik
Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di
rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
. |
|
Home
> Jazz@Astaga! > Artikel |
|
. |
Reborn...Dan
Lahirlah Sang Manusia Baru, Indra Lesmana
Jakarta - 12
Dec 00 13:39:50 WIB
Siapa sih yang
nggak kenal sama yang namanya Indra Lesmana? Musisi yang satu ini
sempat dianggap sebagai anak jenius karena sudah mampu bergelut
dengan kerumitan musik jazz di usia yang masih sangat muda.
Sejak penampilan
perdananya di Gedung Kesenian Jakarta berpuluh tahun lalu, musisi
kelahiran Jakarta, 28 Maret 1966 ini selalu jadi sorotan para
pemerhati jazz nasional. Nggak usah heran, kenyataannya toh selama
perjalanan karirnya di dunia Jazz, Indra termasuk musisi yang
produktif.
Hitung saja
band-band jazz bentukannya seperti Nebula, Krakatau, Jazz
Progresive dan Java Jazz yang melibatkan bintang-bintang
jazz muda sekelas Gilang Ramadhan, Pra Budi Darma, Donny Suhendra
dan Dewa Bujana. Grup-grup inilah yang mau tak mau harus
diakui sebagai salah satu pondasi musik jazz Indonesia era 80-90-an.
Sayangnya, di
pertengahan tahun 90-an, Indra sempat tergoda meninggalkan
keseriusan musik Jazz untuk lebih berkarir ke dunia musik komersil.
Hebohnya, langkah yang dipilihnya saat itu cukup bisa dibilang
sukses. Lagu-lagu pop yang dihasilkannya mampu melambungkan namanya
di dunia musik Indonesia. Duetnya bersama Gilang Ramadhan bahkan
menghasilkan dua album pop 'berkelas' yang amat bisa diterima oleh
masyarakat musik nasional.
Untungnya, karir
di musik pop tidak berlangsung lama. Indra sadar bahwa dunia itu
bukanlah dunia yang diimpikannya. Ia pun mengambil keputusan untuk
kembali ke komunitas sejatinya, jazz. Lebih spesifik lagi, niatan
itu berkembang menjadi sebuah ambisi untuk lebih menghidupkan musik
jazz di negeri ini. Salah satu caranya, ialah mengenalkan jazz ke
kalangan generasi muda sedini mungkin.
Terdorong ambisi
yang cukup mulia ini, dalam acara konfrensi pers pelepasan album
jazz terbarunya Reborn di News Cafe Kemang, Senin (11/12)
malam, Indra mengajak para wartawan dan musisi jazz yang kebetulan
hadir untuk menggelar sebuah diskusi.
Diskusinya
mengambil tema "Reborn dan Regenerasi Musik Jazz
Indonesia di Milenium ketiga". Diskusi singkat yang
dilangsungkan sebelum waktu berbuka puasa itu dipandu oleh Gideon
Momongan, redaktur senior majalah Newsmusik yang juga
adalah seorang pemerhati musik nasional.
Dalam diskusi
itu, banyak masukan-masukan yang cukup berharga dalam upaya
pengembangan musik jazz di tanah air. Riza Arsyaad (Ija),
kibordis dan pemain akordeon grup Simak Dialog yang ikut
aktif dalam grup jazz Reborn berpendapat, sikap pro dan
kontra yang selama ini ada di kalangan pencinta jazz nasional harus
dihilangkan.
Terkadang, jika
ada musisi muda yang memainkan sejenis musik yang mereka anggap
jazz, justru mendapatkan celaan dari generasi yang lebih tua.
Generasi tua menganggap kalau apa yang mereka mainkan bukan jazz
melainkan hanya sejenis musik yang 'mirip jazz'.
"Dengan
menghilangkan sikap pro dan kontra ini, makin banyak musisi jazz
muda yang lahir dan tampil sebagai ujung tombak pengembangan jazz
nasional. Selain itu, akan timbul pandangan baru mengenai jenis
musik yang sering dianggap rumit dan eksklusif ini. Jazz akan
dianggap sebagai musik yang menyenangkan dan asyik untuk
dimainkan," tambah Ija lagi.
Selain Ija,
komentar pun datang dari kalangan generasi muda jazz. Endah,
gitaris grup Fourtiedo yang kebetulan ikut jadi pengisi acara
malam itu berpendapat, saat ini pengenalan jazz dilingkup generasi
muda amat kurang. Oleh sebab itu ia berharap, media yang memegang
kunci informasi di Indonesia ikut bersikap pro-aktif dalam
pengembangan musik jenis ini.
Meskipun seru
diskusi ini pun harus berakhir. Sekitar 10 menit sebelum berbuka,
diskusi diakhiri dengan pemutaran kembali vidklip terbaru Indra yang
berjudul Reborn dan Aku Ingin produksi Miles
Production House. Tepat adzan Maghrib, acara dilanjutkan dengan
pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur Indra akan kesuksesan proyek
jazz-nya bersama perusahaan rekaman BMG Music Indonesia. (junior
ryo ep)
|