|
.

.
| Jazz@Astaga! |
Rubrik ini
tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik
Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di
rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
. |
|
Home
> Jazz@Astaga! > Artikel |
Dialog Musik Oele
dan Ija di album Talks
Jakarta 06 Sep 01 12:20 WIB
Satu
lagi album jazz lokal bermutu hadir di tanah air. Judulnya Talks
dan memuat proyek kolaborasi dua jazzer beda generasi, Riza
Arsyad (Ija) dan Oele Pattiselano.
Kendati judulnya
berbahasa Inggris, album produksi indie label Chico & Ira
tersebut asli karya bangsa sendiri. Mulai dari proses rekaman,
mixing hingga mastering dilakukan di Indonesia.
Pemilihan judul album
nggak lepas dari tujuan label tersebut memperluas pasaran album
hingga ke luar negeri. "Itu juga yang menyebabkan saya
mencantumkan titel lagu dalam bahasa Inggris," jelas Ijak pada Astaga!musik.
Ditemui di sela-sela
waktu mengajar di sekolah musik Farabi, Ijak dan Oele mengaku telah
mempersiapkan proyek ini sejak tahun 1996. Waktu rilis yang baru
terealisasi bulan Juni 2001 ini dikarenakan ketidaksinkronan waktu
mereka berdua untuk mengerjakan proyek tersebut.
"Sebenarnya sih
pengerjaan albumnya nggak lebih dari satu bulan. Hanya saja, waktu
sebulan tersebut baru bisa di dapat selama bertahun-tahun,"
jelas Oele tersenyum.
Talks
sendiri memiliki makna yang cukup mendalam bagi keduanya.
Diterjemahkan sebagai kata "dialog", Talks memang
menawarkan dialog antara dua instrumentalis beda generasi dalam
sebuah konsep album. Ini jadi menarik karena sebelumnya mereka
berdua sudah terlibat lama mengerjakan berbagai proyek musik. Mulai
dari proyek band AYOR, bersama Ari Ayunir dan Yance Manusama, hingga
bermuara di album ini.
Ide penggarapan album
ini sebenarnya datang dari ide iseng mereka membuat album duet. Ide
ini bergulir lancar sejak keduanya mulai menghasilkan karya-karya
mereka untuk kemudian disatukan menjadi sebuah album. "Sama
sekali nggak ada kesulitan. Pasalnya, kita sama sekali tahu selera
satu dengan yang lainnya," jelas Ijak lagi.
Dalam pengerjaan
album ini, Oele dan Ijak ditemani oleh Yance Manusama pada bass.
"Tidak ada sedikitpun bunyi-bunyian perkusi di album ini.
Banyak yang bilang album ini adalah album relaksasi, dan kami juga
berpendapat begitu," kata oele tentang warna musik dalam album
ini.
Sementara ini, album
duet Oele dan Ijak baru dirilis dalam versi CD yang dijual seharga
70 ribu rupiah. "Versi kasetnya bakal menyusul kalau angka
penjualannya sudah mulai membaik," janji pria yang juga punya
profesi sebagai pianis grup Simak Dialog. (junior ryo ep)
|