|
.

.
| Jazz@Astaga! |
Rubrik ini
tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik
Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di
rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
. |
|
Home
> Jazz@Astaga! > Artikel |
|
. |
Nat
King Cole, Superstar Jazz Dunia
yang Tak Terlupakan
Jakarta - 15
Jan 01 10:04:16 WIB
Nat Cole,
begitulah nama asli pria kelahiran Montgomery, 17 Maret 1919.
Awalnya ia dikenal sebagai pianis jazz paling berbakat di LA.
Seiring bertambahnya waktu, Nat mulai menyanyikan sendiri lagu-lagu
yang dibawakan bandnya. Ternyata, menjadi penyanyi adalah pilihan
yang amat tepat bagi dirinya.
Nat Cole
dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang taat pada agama. Ayahnya, Edward
Cole Sr, adalah seorang pendeta di sebuah gereja kecil yang
terletak di kawasan Montgomery. Ibunya, Perlina Cole, adalah
seorang pianis gereja yang cukup mahir.
Sejak usia 3
tahun, Nat telah menampakkan bakatnya menekan tuts hitam putih yang
sering digunakan ibunya memainkan lagu-lagu pujian di gereja.
Melihat bakat Nat, Perlina mulai mengajari anak 3 tahun itu
dasar-dasar permainan piano. Setahun kemudian, Nat kecil telah
mengadakan konser untuk teman-teman dan guru-guru TK-nya.
Ketika Nat
berumur 5 tahun, keluarga Cole pindah ke Chicago. Di kota itu, ayah
Nat bisa mendirikan sebuah gereja kecil untuk menampung puluhan
jemaat.
Di kota malaikat
ini, bakat musik Nat makin berkembang. Ia mulai mendapat kesempatan
tampil di gereja untuk menggantikan tugas ibunya. Banyak orang yang
mengagumi kemampuan dan apresiasi Nat pada musik yang dimainkannya.
Usia 12 tahun,
Nat membentuk band jazz pertamanya bersama teman-teman SMU di LA.
Keterampilannya makin terasah karena seringnya ia tampil di
acara-acara sekolah. Banyak siswa sekolah lain yang mengundang band
Nat untuk bermain di sekolah mereka.
Di usia 20, nama
Nat dan bandnya telah dikenal sepanjang jalur pantai LA.
Kepiawaiannya bermain musik di kafe dan kedai bir wilayah itu
menyulapnya menjadi "raja" pianis LA. Sejak saat itulah
istilah "King" resmi melekat di namanya.
Uniknya, kala
itu band Nat tidak memiliki seorang drummer. Namun, kepiawaian Nat
memainkan piano mampu menjaga tempo permainan bandnya.
Nat hanyalah
seorang pianis sampai suatu saat ada seorang tamu yang meminta ia
menyanyi. Pada awalnya Nat malu-malu mengeluarkan suara emasnya,
penonton pun menyambut gembira lagu yang dinyanyikan Nat. Sejak saat
itulah Nat menjadi seorang pianist-singer dalam band trio yang
dipimpinnya.
Suara Nat
mengantarkan penyanyi kulit hitam ini memasuki dunia rekaman.
Rekaman pertamanya bersama The King Cole Trio diterbitkan
oleh Capitol Record. Tak disangka album itu laku jutaan kopi dan
mengawali kisah sukses album-album Nat King Cole berikutnya.
Kesuksesan yang
diraihnya di dunia rekaman membuat pundi-pundinya penuh. Ia menjadi
orang kulit hitam pertama yang mampu membeli rumah di daerah
perbukitan Hollywood. Ketika ia pertama kali pindah, banyak orang
yang berunjuk rasa. Mereka tidak ingin Nat tinggal di lingkungan
mereka, para jutawan kulit putih.
Menanggapi itu
semua, ia hanya tersenyum dan mengatakan, itu kan hanya reaksi yang
tidak dipikirkan lebih lanjut. Saya juga akan berdemo jika ada salah
satu dari para demonstran itu masuk dan menginjak-injak halaman
rumahnya.
Makin lama,
karir Nat makin melonjak. Ia dipercaya oleh sebuah stasiun TV dan
radio Amerika untuk memproduksi acaranya sendiri. Sungguh suatu
prestasi besar di mata warga kulit hitam AS.
Sayang, maestro
jazz ini terlalu cepat meninggal dunia. Ia wafat tahun 1965 dengan
meninggalkan 5 orang anak dan seorang istri. Penyebab kematian
pelantun tembang Monalisa ini adalah penyakit kanker
paru-paru yang diakibatkan kebiasaan Nat yang terlalu banyak
merokok. Bayangkan, ia bisa menghabiskan sampai 3 bungkus rokok per
hari.
Putri tertua
Nat, Natalie Cole, rupanya mampu meneruskan kejayaan sang
ayah di pentas musik jazz. Beberapa tahun silam, Natalie
mengeluarkan dua album yang berjudul Unforgettable dan Stardust
untuk mengenang sang ayah. Di dalam album tersebut, Nat Cole mampu
dibangkitkan meski hanya lewat suaranya yang diprogram dengan efek
komputer.
Lewat album itu
pula, Nat "King" Cole membuktikan pada dunia. Meskipun ia
telah wafat, namun lagu-lagunya masih banyak didengar dan disukai
oleh masyarakat seluruh dunia.
Salut Mr Cole,
Anda memang one of unforgettable singer in this world! (Junior
ryo ep)
|