.

   

 

 

 

.
Horizon-line.Com
.
  Jazz@Astaga!
Rubrik ini tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
.

Home > Jazz@Astaga! > Artikel

.

Jakarta Open Jazz 2001, Bukan Sekadar Hiburan
Jakarta - 12 Jan 01 10:50:12 WIB

Jazz memang nggak ada matinya. Meskipun jenis musik ini sangat segmented dan peminatnya terbatas, namun perkembangannya di Indonesia cukup menjanjikan akhir-akhir ini.

Dulu, di awal dekade 80-an, musik jazz memang pernah jadi trendsetter dan mendominasi industri rekaman di negeri ini. Itu terlihat jelas dari jumlah produksi album grup jazz lokal yang seperti nggak ada hentinya. Nama-nama besar macam Karimata, Bhaskara 86, Java Jazz, Krakatau dan Halmahera pun satu per satu bermunculan dan menjadi punggawa genre fussion jazz di kepulauan nusantara.

Sayangnya, akhir dekade 80-an, perkembangan musik jazz sedikit terhambat. Keadaan semakin memburuk di awal 90-an dan hanya sedikit kelompok jazz yang pernah berjaya, dapat bertahan di pentas musik Indonesia. Memang sih, masih lahir beberapa grup baru yang konon mengusung jazz seperti Modulus, Adegan dan belakangan Simak Dialog. Namun setelah itu perkembangan musik jazz menjalani masa suramnya.

Memang sih musik jazz kemudian nggak lalu langsung tenggelam dan menjadi musik yang nggak diminati lagi oleh anak muda. Buktinya, setiap penyelenggaraan even besar semacam JakJazz atau kedatangan musisi jazz asing sekelas Al Jarreau, George Benson, David Benoit dan Dave Koz, tiket selalu full booked dan dibanjiri oleh penikmat jazz yang kebanyakan generasi muda.

Mungkin kenyataan yang cukup ironis inilah yang membuat Tjut Nyak Deviana Daudsjah, seorang praktisi dan akademisi jazz lokal yang lama tinggal di Eropa tertarik untuk mengembangkan musik jazz di Indonesia. Deviana mengklaim, akan mengajarkan jazz secara baik dan benar di sini. Untuk itu, ia rela meninggalkan segala kesuksesan yang telah dituainya di benua biru, untuk membangun sebuah konservatorium jazz resmi di tanah air.

Memang sih niatan itu nggak bisa langsung terwujud begitu saja. Untuk memulainya, Deviana bekerjasama dengan Komseni untuk menggelar sebuah Workshop Jazz di Hotel Regent, Jakarta. Sampai sekarang, program itu telah berjalan 2 seri dan mampu menghasilkan praktisi-praktisi jazz muda yang nggak hanya dibekali bakat namun juga pengetahuan yang cukup tentang musik jazz.

Namun ini nggak kunjung memuaskan hati Deviana. Ia malahan berusaha menggelar sebuah program jazz lokal yang berkelas internasional. Berbeda dengan sejumlah program jazz yang pernah digelar (Jakjazz dan lain sebagainya -red), Deviana memasukkan sisi edukatif dalam menu utama pelaksanaan program. Ia berharap musisi jazz mancanegara yang datang ke Indonesia, menyempatkan diri menggelar sebuah workshop kecil untuk membagi ilmu, khususnya untuk yang masih berusia muda.

Berbekal tekad seperti itu, Deviana lewat yayasannya, 'Daya Audiovisi Performa' akhirnya berhasil mewujudkan impiannya dengan menggelar program Jakarta Open Jazz 2001 yang dihadiri oleh 3 praktisi jazz manca negara dari berbagai belahan dunia. Mereka adalah Fiona Burnett saxophonist asal Australia, Carola Grey dramer cantik asal Jerman, dan bassist elegan asal Jerman, Karoline Hoefler.

"Ketiga musisi ini adalah teman-teman saya saat di Eropa. Saya tahu kualitas mereka dan mereka adalah musisi jazz yang memiliki dasar yang kuat dan mampu membagi ilmunya kepada musisi jazz Indonesia," kata Deviana tentang ketiga rekannya.

Nantinya, 3 bintang tamu ini, bersama Deviana akan menggelar pelatihan Instrumen Jazz yang bakal dilangsungkan di Waroeng Kemang mulai 15-18 Januari 2001 besok. Workshop ini terbuka untuk umum dan jadwalnya bisa kamu lihat di kalender acara Astaga!com.

Selain itu, bakal digelar juga seminar Jazz sebagai Sarana Pendidikan Musik yang bakal dilangsungkan di Waroeng Kemang, tanggal 23 Januari 2001, mulai jam 12 siang dan terbuka untuk umum.

Selain menitikberatkan di bidang edukatif, program ini pun menyuguhkan hiburan lewat konser-konser mini yang menampilkan Deviana Daudsjah Kuartet dan diselenggarakan mulai tanggal 12 Januari-18 Januari 2001, mulai pukul 20.00 WIB.

Tanggal 26 Januari 2001, bakal digelar The Regent's Jazz Meet II di lobby hotel Regent Jakarta, mulai pukul 20.30 WIB hingga tengah malam. Dalam konser ini, akan dihadirkan grup-grup jazz belia jebolan Workshop Jazz I & II yang diasuh langsung oleh Deviana sepanjang tahun 2000.

Konser Jakarta Open Jazz yang menjadi puncak rangkaian program ini, bakal berlangsung di Kafe Taman Semanggi, tanggal 27 Januari 2001. Dalam konser ini, bakal ditampilkan musisi-musisi sekelas Indra Lesmana, Benny Kastanya, Yance Manusama, Buddy Winarno Quartet, Mates, Aksan Syuman, Fourtiedo, Irsa Destiwi, Rio Moreno dan masih banyak tokoh jazz lokal lainnya. Semuanya telah memastikan bakal tampil di ajang jazz perdana di tahun 2001.

Kalau kamu berani ngaku-ngaku penggemar jazz, jangan sampai ketinggalan. Soalnya, rangkaian acara model begini jarang-jarang digelar di negeri ini. So, prepare yourself from now and let's jazz the city! (junior ryo ep)

 

 
Copyright © 1997 - 2001 Horizon-line.Com  All Rights Reserved | Contact Us

Situs Komunitas  Jazz Indonesia

  My Horizon
  Newsletter
  Polling Jazz
  Free E-mail
  Zodiak Anda

  Jazz Board

  Jazz e-Card
.
  Direktori Jazz
  Majalah Jazz
  Jazz Styles
  Festival Jazz
  Workshop Jazz
  Label Rekaman
  Radio Jazz
  Foto-foto Jazz
  Klub Jazz
  Musisi Jazz
  Sejarah Jazz
.
  Intermezo
  Toko Musik
  Studio Musik
  Sekolah Musik
  Bursa Musik
  Agenda Budaya