|
.

.
| Jazz@Astaga! |
Rubrik ini
tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik
Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di
rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
. |
|
Home
> Jazz@Astaga! > Artikel |
|
. |
Indra
Lesmana, Jazz, dan Semangat Berkesenian di Awal Milenium Ketiga
Jakarta - 03-Jan-01 02:51 WIB
Milenium kedua akhirnya berakhir
juga. Menyingsingnya fajar 2001 beberapa waktu lalu sekaligus
memberikan makna baru bagi perkembangan musik dunia, tak terkecuali
negeri kita, Indonesia.
Semangat bermusik yang sudah
ditanamkan oleh para sesepuh musik Indonesia sejak jaman Sriwijaya
hingga ke masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid telah
membentuk sebuah identitas musik yang setidaknya mampu dibanggakan
oleh seluruh para penikmat musik lokal.
Memang sih, nggak semua musik yang
dihasilkan musisi kita asli produk kepulauan nusantara. Bahkan,
kebanyakan dari musik Indonesia yang kita kenal sekarang ini, adalah
hasil pengotoran budaya luar yang sukses berbaur dengan khazanah
bermusik musisi kita. Ada jazz dari Amerika, reggae dari Jamaika,
Rock N' Roll dari Eropa, Dangdut yang merupakan perpaduan orkes
gambus dataran Arab dan musik India dan masih banyak lagi lainnya.
Meski begitu, apa yang telah mereka
hasilkan dalam karya-karyanya adalah murni hasil pemikiran dan
pengembangan intelegensia bangsa kita yang harus terus dikembangkan
dan dilestarikan oleh generasi mendatang.
Salah satu putra Indonesia yang cukup
konsisten sepanjang dekade 80-90'an adalah Indra Lesmana. Putra
almarhum Jack Lesmana ini, sempat dianggap sebagai anak jenius
karena sudah mampu bergelut dengan kerumitan musik jazz di usia yang
masih sangat muda.
Sejak penampilan perdananya di Gedung
Kesenian Jakarta berpuluh tahun lalu, musisi kelahiran Jakarta, 28
Maret 1966 ini selalu jadi sorotan para pemerhati jazz nasional.
Nggak usah heran, kenyataannya toh selama perjalanan karirnya di
dunia Jazz, Indra termasuk musisi yang amat produktif.
Hitung saja band-band jazz
bentukannya seperti Nebula, Krakatau, Jazz Progresive dan Java Jazz
yang melibatkan bintang-bintang jazz muda sekelas Gilang Ramadhan,
Pra Budi Dharma, Donny Suhendra dan Dewa Bujana. Grup-grup inilah
yang mau tak mau harus diakui sebagai salah satu pondasi musik jazz
Indonesia era 80-90-an.
Memang sih, di pertengahan tahun
90-an, Indra sempat tergoda meninggalkan keseriusan musik Jazz untuk
lebih berkarir ke dunia musik komersil. Hebohnya, langkah yang
dipilihnya saat itu cukup bisa dibilang sukses. Lagu-lagu pop yang
dihasilkannya mampu melambungkan namanya di dunia musik Indonesia.
Duetnya bersama Gilang Ramadhan bahkan menghasilkan dua album pop
'berkelas' yang amat bisa diterima oleh masyarakat musik nasional.
Untungnya, karir di musik pop tidak
berlangsung lama. Indra sadar bahwa dunia itu bukanlah dunia yang
diimpikannya. Ia pun mengambil keputusan untuk kembali ke komunitas
sejatinya, jazz. Hal itu dibuktikannya lewat pelepasan album
terbarunya bertajuk Reborn tanggal 11 Desember 2000 lalu.
Sesuai dengan judulnya, Reborn
dimaksudkan sebagai prasasti tertulis yang menyatakan bahwa seorang
Indra Lesmana telah kembali ke dunia jazz. Ia juga berjanji tidak
akan lagi meninggalkan komunitas musik yang telah membesarkan
namanya di blantika musik nasional.
Lebih spesifik lagi, niatan 'lahir
kembali' itu berkembang menjadi sebuah ambisi untuk lebih
menghidupkan musik jazz di negeri ini. Salah satu caranya, ialah
mengenalkan jazz ke kalangan generasi muda sedini mungkin.
Salah satu caranya ialah mengajak
para musisi jazz muda untuk nge-jam dengan musisi-musisi jazz
generasinya, dan memberikan kesempatan pada mereka untuk menimba
ilmu lewat pengalaman berharga yang dimiliki Indra selama ini.
Benar-benar sebuah niatan mulia yang lahir dari cita-cita luhur
mengembangkan musik jazz di pentas musik nasional.
Melihat konsistensi, tekad dan
semangat Indra dalam menghidupkan musik nasional, khususnya jazz,
rasanya cukup pantas kalau Astaga!musik memilih Indra Lesmana
sebagai penyandang gelar Artis Kita Bulan Ini periode Januari
2001. Penganugerahan gelar ini sekaligus adalah bentuk pengakuan
kepada Indra yang dinilai sebagai musisi yang paling berprestasi
sepanjang bulan Desember 2000 lalu dan penghormatan
setinggi-tingginya akan niatan tulus Indra memajukan musik jazz di
blantika musik nasional.
Semoga, semua hal yang telah
dicita-citakan Indra dapat berjalan sesuai rencana dan musik jazz
asli Indonesia dapat berkumandang hingga akhir zaman.
Indra.... Selamat!!! (Tim
Astaga!musik)
|