.

   

 

 

 

.
Horizon-line.Com
.
  Jazz@Astaga!
Rubrik ini tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
.

Home > Jazz@Astaga! > Artikel

.

Kolaborasi 2 Generasi di Rilis Album Indra Lesmana
Jakarta - 13 Dec 00 10:53:47 WIB

Yang namanya tontonan jazz memang sudah bukan barang langka. Hampir setiap pekan digelar pagelaran-pagelaran jazz, baik yang rutin maupun bersifat insidentil. Mulai dari Friday Jazz Night versi Ancol, Friday Jazz Night versi Pasar Festival, hingga pagelaran jazz rutin di Jamz dan kafe lainnya mengingatkan kita pada masa kebesaran jazz di pertengahan '80-an.

Kalau mungkin ada yang kurang dari pertunjukan-pertunjukan itu, adalah peran langsung generasi muda dalam setiap pertunjukan yang ada. Kelihatan sekali bahwa generasi muda angkatan '90-an kurang mengenal jenis muaik yang dinamakan jazz ini. Mereka cenderung menganggap jazz adalah jenis musik alien yang unik namun amat rumit dan membosankan. So, mereka lebih tertarik mendengarkan dan memainkan jenis musik rap, ska, R&B dan rock yang dianggap lebih ngetren dan banyak peminatnya.

Kesalahpahaman ini bukalah mutlak milik angkatan '90-an. Bagaimana mereka bisa mengenal lebih jauh jenis musik jazz kalau sarana untuk menjembatani mereka dengan musik tersebut sama sekali nggak tersedia. Untuk itu diperlukan pendekatan yang lebih 'bersahabat' pada generasi muda agar mereka menyenangi dan mau ikut berkiprah dalam jenis musik yang satu ini.

Nah, hal ini tampaknya sudah dimulai oleh Indra Lesmana dalam acara peluncuran album jazz-nya, Reborn di News Cafe, Kemang, Senin (11/12) malam lalu. Dengan pendekatannya, Indra berhasil menemukan sebuah grup jazz muda Fourtiedo, yang beranggotakan 4 orang remaja usia SMA. Dengan mendapatkan pengetahuan lebih tentang jenis musik ini, Dani, Deni, Endah dan Titi mampu membentuk diri di pentas jazz Indonesia.

Mendapat kesempatan sebagai grup pembuka Indra Lesmana-Reborn, keempatnya berhasil membuat kagum pengunjung dengan penguasaan instrumen dan musikalitas jazz yang menawan. Tiga lagu mainstream dengan tingkat kesulitan tinggi berhasil dilahap dengan sempurna, lengkap dengan improvisasinya. Meskipun belum maksimal, penampilan mereka di atas panggung mampu menarik hati Indra untuk mengajak sebagian dari mereka ber-jam sesion, memainkan beberapa lagu dari album terbarunya.

Endah (basis) dan Deni (gitaris) yang mendapat kehormatan nge-jam itu ternyata mampu mengimbangi permainan para senior. Permainan bas Deni setidaknya mampu mengaburkan pendengaran penonton akan ketidakhadiran Mates yang masih ada di Surabaya saat itu. Petikan-petikan gitar Endah nggak kalah. Meskipun sempat grogi di awal penampilan, gadis berkaca mata ini akhirnya bisa mengimbangi permainan piano Indra dan Ija yang cukup menawan.

Singkatnya sih, pertunjukan malam itu cukup menawan. Terlihat sekali meleburnya perbedaan generasi saat mereka berbicara dalam satu bahasa universal yang tak berbatas ruang dan waktu, musik jazz.

Semoga saja saat-saat seperti ini bisa terus berulang dari waktu ke waktu. Dengan diperbanyaknya frekuensi peleburan generasi dalam jazz, akan semakin banyak musisi-musisi jazz muda seperti Fourtiedo yang berani tampil.(junior ryo ep)

 

 
Copyright © 1997 - 2001 Horizon-line.Com  All Rights Reserved | Contact Us

Situs Komunitas  Jazz Indonesia

  My Horizon
  Newsletter
  Polling Jazz
  Free E-mail
  Zodiak Anda

  Jazz Board

  Jazz e-Card
.
  Direktori Jazz
  Majalah Jazz
  Jazz Styles
  Festival Jazz
  Workshop Jazz
  Label Rekaman
  Radio Jazz
  Foto-foto Jazz
  Klub Jazz
  Musisi Jazz
  Sejarah Jazz
.
  Intermezo
  Toko Musik
  Studio Musik
  Sekolah Musik
  Bursa Musik
  Agenda Budaya