|
.

.
| Jazz@Astaga! |
Rubrik ini
tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik
Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di
rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
. |
|
Home
> Jazz@Astaga! > Artikel |
|
. |
The
Groove, Band Pelopor Perkembangan Acid Jazz Indonesia
Jakarta - 17 Dec 00 02:58:01 WIB
Pasti pernah dong
kamu-kamu dengar nama The Groove. Grup asal Bandung ini
adalah pengusung acid jazz pertama yang meluncurkan albumnya di
Indonesia. Percaya nggak kamu, kalau pelantun Satu Mimpiku ini bukan
orang baru di blantika musik Indonesia?
Meskipun baru terbentuk bulan Mei
1997, beberapa personilnya bukanlah orang baru di dunia musik. Detta
(drum) dan Rejoz (perkusi) misalnya, mereka sering tampil
sebagai additional player untuk grup Kahitna. So, kemampuan mereka
sudah terbukti, jauh sebelum mereka memasuki dunia rekaman.
Sejak awal berdiri, The Groove yang
besar di komunitas cafe seputar kota Jakarta dan Bandung ini dikenal
sebagai band yang banyak memainkan lagu-lagu acid jazz.
Hasilnya, lagu-lagu milik Jamiroquai, Incognito dan The Brand New
Heavies adalah makanan mereka sehari-hari. Dari cafe, mereka
merambah ke event-event musik di kampus hingga sejumlah event besar,
seperti Jak Jazz 97.
Kalau mau diperhatikan, tidak seperti
grup acid jazz lainnya, The Groove memilih formasi yang memuat
banyak personel. Kenapa ya, mereka memilih format ini?
Sebenarnya, apapun bentuk formasi
yang dipilih sebuah band, pasti ada untung dan ruginya. Mengenai
jumlah personel yang banyak, terkadang ide dan visinya tidak mudah
disatukan. Tetapi justru dari beragam ide yang muncul itu biasanya
semakin memperkaya warna musik untuk mereka kembangkan.
Melihat potensi yang ada dari
keragaman ide itu, grup musik asal Bandung ini merangkul delapan
orang personil yaitu: Reza, Rieka, Rejoz, Tanto, Detta, Ali,
Youke dan Arie. Ternyata, mereka telah saling berkawan
sebelum berada dibawah bendera The Groove. Reza, Rieka, Youke, dan
Detta semula pernah mendirikan grup band mereka sendiri. Adapun
Rejoz, Arie, dan Ali adalah teman kuliah dikuliah di ITENAS. Nggak
cuma sebatas itu, ada juga yang sudah sobatan sejak di bangku TK
seperti Tanto dan Rejoz.
Setelah dua tahun wira-wiri di
panggung hiburan, The Groove pun merintis karir di dunia rekaman.
Album perdana mereka yang bertitel kuingin, resmi dirilis
pertengahan Juli 1999 lalu.
Proses penggarapan album ini dimulai
sekitar September 1998 dan berakhir bulan April 1999. Hebihnya,
untuk album ini, mereka didukung oleh sejumlah musisi kenamaan
seperti: Yovie Widianto (produser), Dody IS (penata vokal), Bambang
dan sang trumpeter Didit Maruto.
Sebenarnya, musik apa sih yang
dibawakan The Groove? Silakan pendengar sendiri yang menilainya
begitulah jawaban kompak mereka. Tetapi setidaknya pernyataan Rieka,
personil perempuan satu-satunya grup ini memberikan gambaran kepada
pendengar tentang musik The Groove.
"Kami memainkan musik sesuai
dengan apa yang kami suka. Apapun jenis musik yang disuka oleh
masing-masing personil, semua ditampung di album. Yang jelas
progession-nya tidak jauh beda dengan apa yang selama ini kami
mainkan," katanya.
Jadi jangan heran jika dalam album
pertama, yang berisikan 10 lagu itu dapat dinikmati beragam nuansa
musik mulai dari pop, acid jazz, funky soul, hingga R&B.
Setelah satu tahun lebih, kapan
mereka akan merilis album kedua? "Rencananya sih akhir tahun
ini. Mudah-mudahan, awal Januari 2001 nanti, kami sudah bisa memulai
promo album kedua," kata Reza kepada Astaga!com beberapa waktu
yang lalu.
Sekedar bocoran, saat ini The Groove
tengah konsentrasi di dalam studio untuk mempersiapkan album terbaru
mereka. Rencananya sih, materi yang dimuat bakalan lebih nge-groove
dan asyik didengar di telinga pencinta musik. So pasti, warna yang
ditawarkan nggak bakalan beda jauh. Soalnya, warna yang mereka
miliki sudah cukup khas dan terbukti mampu bersaing di pasar musik
Indonesia.
For The Groove, stay tune in your
peak performance. Hope you'll always succes. We 'll always wait for
ya! (junior ryo ep)
|