|
.

.
| Jazz@Astaga! |
Rubrik ini
tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik
Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di
rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
. |
|
Home
> Jazz@Astaga! > Artikel |
|
. |
Absolute
Benson, Gambaran Keabsolutan Seorang Gitaris Jazz
Jakarta - 10 Jan 01 00:17:19 WIB
Buat Anda
pencinta musik jazz, apalagi yang kagum berat sama
permainannya George Benson, ada berita baik untuk Anda. Belum
lama ini, di Indonesia telah dirilis album terbaru Benson yang
berjudul Absolute Benson. Apa sih yang ditawarkan
Benson dalam album itu?
Seperti
album Benson yang sudah-sudah, Absolute Benson
mengeksplorasi secara total kehebatan gitaris ini memainkan
jazz, musik yang telah mengangkat namanya ke deretan musisi
papan atas dunia. Bedanya, dalam album ini Benson tidak hanya
bereksplorasi melalui instrumen gitarnya saja, ada sekitar
tiga buah komposisi baru yang mempertontonkan kualitas vokal
seorang George Benson.
Dari
sembilan komposisi yang ditawarkan, Benson cenderung memilih
bentuk-bentuk jazz yang tidak rumit dan cukup manis didengar. The
Ghetto, El Barrio dan Jazzenco yang dipilih sebagai
nomor pembuka, mampu membawa para pendengar ke dalam sebuah
dunia baru yang penuh misteri, lewat petikan dan penampilan
vokal khas Benson yang berpadu apik dengan permainan piano Joe
Sample, pianis jazz ternama di kalangan musisi jazz dunia.
Tiga
komposisi yang agak bernuansa latin itu, dilanjutkan dengan Deeper
Than You Think, sebuah karya Joe Sample yang cukup pantas
menutup penampilan Benson di 'sisi satu' album terbarunya itu.
Pasalnya, dalam singel ini jelas terlihat ciri permainan gitar
sang Benson, mulai dari petikan nada pertama.
Di 'sisi
dua', gitaris ini mengajak kita berpindah haluan. Ciri latin
yang ditampilkan di sisi satu digantikan dengan musik khas
Amerika yang tak kalah manisnya. One on One dan Hipping
The Hop yang dibawakan dalam pakem fusion, (sedikit)
mengingatkan kita pada lagu-lagu country dan standard swing
yang pernah sangat berkembang di negara Paman Sam itu.
Buat Anda
yang suka mendengar komposisi klasik, rasanya juga akan
terpuaskan begitu mendengar Lately-nya Stevie Wonder
yang dibawakan secara instrumentalia oleh Benson dan musisi
pengiringnya. Rasanya, petikan khas Benson pada dawai gitarnya
bisa bersaing dengan keelokan suara seorang Stevie Wonder,
pencipta sekaligus penyanyi yang mempopulerkan komposisi
klasik itu.
Masih
kurang juga? Jangan khawatir, masih ada dua nomor penutup yang
boleh dibilang amat berbeda dengan komposisi-komposisi
sebelumnya. Komposisi Come Back Baby, misalnya,
kita bisa menemukan momen di mana seorang George Benson
merintih dalam sebuah komposisi blues gubahan Ray Charles.
Meskipun bukan sekali ini Benson memainkan nomor blues,
perubahan karakter yang mendasar dalam album ini cukup
mengagetkan. Pasalnya, diperlukan konsentrasi tinggi untuk
mengubah tujuan sebuah album di tengah jalan.
Singkatnya,
keabsolutan seorang Benson memang tercermin dalam album
produksi GRP itu. Rasanya, pemilihan kata Absolute Benson
sebagai titel dari album ini cukup bisa diterima oleh
pendengar jazz kebanyakan. Yang jelas, meskipun album ini
tergolong 'biasa' dibanding album-album Benson lainnya,
rasanya bisa digunakan sebagai pelepas kerinduan kita pada
permainan gitar dan sentuhan vokal seorang Benson di blantika
jazz dunia. (junior ryo ep)
|